Kebiasaan Buruk Sepele Yang Sering Diabaikan


Sadar atau gak, kita sering sekali melakukan sesuatu yang sama berkali-kali dalam rentang waktu yang berdekatan, atau istilah umumnya sering kita sebut dengan nama : kebiasaan. Jika hal yang dilakukan tersebut positif, maka dampaknya pun akan positif, tapi jika hal tersebut adalah negatif, maka dampak yang ditimbulkan juga akan negatif. Dan yang menjadi permasalahan adalah : meskipun kita tau hal tersebut merupakan kebiasaan buruk, tapi entah mengapa kita masih saja selalu tetap melakukannya dan bahkan malah terus mengulanginya.

Langsung aja deh, berikut adalah kebiasaan buruk yang sering sekali kita lakukan berulang-ulang oleh orang-orang yang ada di sekitar kita, termasuk juga kamu sendiri mungkin (hehehe) :


- Membuang sampah bukan pada tempatnya.

Saya yakin kalian pasti sudah hafal di luar kepala pesan "Buanglah sampah pada tempatnya". Dan saya rasa kalian sudah cukup gede untuk selalu dingatkan lagi tentang dampak dari buang sampah sembarangan. Tapi anehnya kenapa masih banyak orang yang sering melanggarnya?


- Membuang putung rokok dalam keadaan masih menyala.

Selain bisa mengakibatkan kebakaran, pernah gak saat mengendarai sepeda motor tiba-tiba pengendara yang berada di depan kamu mendadak membuang putung rokok yang masih menyala tepat di hadapan kamu? Bagaimana perasaan kamu? Kesel sudah pasti, kaget bisa jadi. Masih beruntung jika kamu tidak sampai celaka, sebab hal ini akan sangat membahayakan buat kamu ketika kamu tidak berkonsentrasi dalam berkendara. Oke, sekarang coba balik keadaaannya jika kamu sendiri yang membuang putung rokok sembarangan dan mengenai pengendara lain, beruntung kalo kamu cuma dapet sumpah serapah, tapi kalo kamu sampe dapet bogem mentah? Gak pengen kan?

Sebenernya bukan cuma celaka atau tidak celaka doang dampaknya, banyak yang belum tau bahwa sampah putung rokok memerlukan waktu yang lama untuk hancur, kurang lebih butuh waktu 10 tahun untuk lebur bersama tanah. Selain itu, bahan kimia yang terkandung dalam putung rokok dapat mencemari tanah, bayangkan jika hal tersebut terakumulasi sekian puluh tahun ke depan. Bagaimana nasib anak cucu kita nanti?


- Merokok di dalam ruangan ber-AC atau No Smoking Room.

Merokok memang hak setiap orang, tapi bukan berarti saat merokok kita boleh melanggar hak orang lain yang tidak merokok. Kalo perokok berhak untuk merokok, maka orang yang tidak merokok berhak juga dong untuk menghirup udara segar. Ruangan ber-AC atau No Smoking Room seharusnya adalah ruangan yang bebas dari asap rokok, ruangan bagi mereka yang ingin menghirup udara yang steril tanpa harus pergi jauh-jauh ke gunung atau ke hutan. Lantas kemana lagi mereka bisa mendapatkan udara yang bebas nikotin jika ruangan yang menjadi hak mereka kamu bajak juga? Masa mesti pergi ke gunung terus lari ke pantai kayak Rangga juga?

- Membiarkan charger tetap tercolok ke stop kontak setelah tidak digunakan.
Terkadang perasan malas membuat kita enggan untuk melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan. Selain rasa malas, ketidaksadaaran kita akan dampak dari kebiasaan buruk membuat kita menjadi mengabaikan  hal-hal yang menurut kita sepele. 

Banyak yang berpikir bahwa membiarkan charger tetap tercolok setelah tidak digunanakan merupakan hal yang sepele, padahal jika kita melakukannya secara akumulatif akan mengakibatkan pemborosan energi listrik. Gak cuma itu, hal terparah yang mungkin saja diakibatkan adalah terjadinya kebakaran.

 
- Meninggalkan toilet dalam keadaaan tidak disiram. 

Banyak dari kita yang kadang merasa malas buat menyiram bekas buang air kita sendiri, entah apa motivasinya. Yang pasti saya sendiri sering banget menemui bekas pipis dan pup orang kalo kebetulan lagi pake toilet umum, dan itu bukan sekali atau dua kali doang. Lain lagi sih ceritanya kalo namanya lupa atau gak inget. Sekali dua kali dilakukan gak papa lah, tapi kalo udah sering dan berkali-kali? Itu sih Amnesia Akut namanya.

Sebenernya masih banyak kebiasaan-kebiasan buruk yang sering dilakukan berkali-kali dan bahkan berulang-ulang, lain kali kalo sempat saya update lagi deh.

Last but not least, saya tau, kita gak bisa memaksa setiap orang untuk tidak melakukan kebiasaan buruk di atas, tapi saya yakin setiap orang pasti punya akal dan pikiran yang bisa dipake buat bedain mana yang berakibat baik dan mana yang bakal berakibat buruk. Intinya, sebelum melakukan sesuatu biasakan dipikir-pikir dulu, daripada setelah melakukan nantinya malah jadi kepikiran, dan ujung-ujungnya kamu bakalan nyesel. Gak mau kan?

Omet

Punya banyak bakat terpendam, tapi lupa dipendam di mana.

Post a comment

0 Comments