Mari Buka Mata


Sering kali kita mendengar dan melihat berita-berita yang cukup memprihatinkan yang dialami oleh para remaja, mulai dari tawuran, penganiayaan, mabuk-mabukan bahkan tindak pelecehan seksual yang dilakukan oleh pemuda yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa.

Ya, kita hanya mendengar peristiwa-peristiwa tersebut hanya dari media, dan bisa dibilang masih jauh dari lingkungan kita. Berita tersebut mungkin saja masih belum cukup mencengangkan bagi kita. Namun, belum lama ini kita baru saja dikagetkan dengan berita anak SMP digilir 3 oleh pemuda. Bahkan kabar yang terbaru lagi, di SD X seorang anak yang duduk di kelas 4 tega melecehkan teman sekelasnya. Kurang dekat apa lagi coba? Kita tidak perlu melihat yang nun jauh di sana? Sebab di kanan kiri saja kita sudah dicolek bahkan ditampar dengan polah remaja yang kian megalami dekadensi moral. Masih bisakah kita diam dan menutup mata sedangkan hal-hal yang sedemikian buruk semakin dekat dengan lingkungan kita?

Sering kali juga kita hanya sibuk mencari kesalahan dari pihak-pihak tertentu yang bisa saja manifestasi dendam pribadi. Padahal jelas, hal tersebut bukanlah suatu bentuk solusi, yang ada justru malah memperkeruh situasi. Untuk itu marilah kita sebisa mungkin benahi bersama mulai dari yang paling dekat dengan kita, keluarga kita, saudara-sodara kita, teman-teman kita, dan orang-orang yang terdekat dengan kita.

Mari bermuhasabah mencari solusi dan prestasi, bukan hanya sibuk dengan provokasi!

Ieng Gutawa

Pemimpi yang berusaha mengubah paradigma. Menghargai yang sederhana dengan istimewa. Jalani hidup penuh yakin, percaya dan do'a.

Post a comment

0 Comments