Mari (kembali) Menulis


Saya masih ingat saat pertama kali mas Omet menawari saya bergabung di MendadakMendidik.com, lalu menanyakan kesanggupan saya untuk menulis setidaknya satu artikel tiap minggunya. Lalu dengan yakin dan sesumbarnya saya mengiyakan tawaran tersebut.

Pernah dengar istilah “Anget-anget tai ayam”? Silahkan google sendiri ya asal usul istilah tersebut dari mana, namun jika bisa digambarkan kurang lebih seperti itulah saya sekarang. Lancar pada awalnya dan mengendur kesininya, lancar dan bersemangat ketika ada ide dan saya jadikan bahan tulisan hanya terjadi di awal-awal. Sibuk dan kelelahan selalu saya jadikan alasan ketika mas Omet “menagih” janji saya. Tapi akan selalu ada alasan, bukan?

Saya bisa berjam-jam menghabiskan satu Novel baru yang sudah saya jadikan incaran, bisa bermenit-menit menghabiskan kuota internet hanya untuk membaca entah apapun di internet, tapi saya juga akan tertampar dengan pertanyaan yang entah dari mana datangnya

“Artikelmu, apa kabar?”

Merasa bersalah dan payah, pun iri makin menjadi ketika mendapati web favorit tak pernah luput barang satu hari pun dari artikel-artikel keren nan berbobot. Saya ke mana dan ngapain aja ya?

Ingatan saya tentang seorang sahabat yang pada suatu malam mengetuk pintu kamar dan langsung mengadukan tentang tingkah pacarnya yang menurutnya sangat menyebalkan kembali hadir, menurut penuturannya pacarnya ini sudah 3 minggu tidak pernah mengajak bertemu, komunikasi lewat BBM pun terkadang macet dan menjawab seperlu dan sekenanya saja. Yang saya bisa lakukan adalah mendengarkan, meskipun saya tahu persis apa yang sahabat saya sedang alami. Saya sedang bicara dalam hati ketika pada akhirnya ia menanyakan pendapat saya tentang curhatannya itu. Lantas saya ajukan sebuah jawaban yang sudah saya siapkan jauh sebelum kalimat awal curhatannya dimulai. Bahwa saat ini dia bukanlah prioritas utama bagi pacarnya, karena sesibuk-sibuknya seseorang akan selalu ada waktu untuk yang tersayang, dan menurut saya 3 minggu adalah periode waktu yang sudah masuk kategori keterlaluan. Saya bukannya sok tahu, pada akhir kalimat saya anjurkan sahabat saya untuk menanyakan langsung pada pacarnya dengan bahasanya sendiri takut dia tak percaya dengan apa yang baru saya sampaikan. Lalu mau tahu apa jawaban dari pacar sahabat saya? Sama persis dengan apa yang saya utarakan.

Pun yang saat ini sedang saya alami, saya punya banyak waktu sebenarnya. 24 jam sehari  yang saya lalui setiap hari tidak akan ada ruginya jika saya luangkan waktu 1 jam untuk sekadar menulis. Dan saya juga punya banyak kesempatan untuk menjadi seorang pengamat dan penikmat pada apapun yang saya jumpai untuk kemudian saya tuang dalam bentuk tulisan. Tapi kenapa tak satupun artikel saya tulis? Jawabannya adalah karena saya tak memposisikannya sebagai prioritas utama, saya mengesampingkan janji pada mas Omet untuk hal-hal lain. Saya melupa tujuan saya mengiyakan tawaran mas Omet untuk menulis di MendadakMendidik.com, saya lupa bahwa cita-cita upik abu saya adalah menulis apapun setiap hari agar ada yang bisa terekam dari apa saja yang saya lewati setiap harinya. Meskipun saya tahu tidak harus di MendadakMendidik.com saya menuangkannya, namun sudah semestinya sadar bahwa ini lebih dari sekadar janji.

Maka, izinkan saya mencintai dan menyayangi MendadakMendidik.com sekali lagi, biarkan saya me-remedy janji saya lagi dan berusaha untuk menepatinya di kemudian hari. Saya ingin menulis lagi, lebih sering lagi. Tolong ingatkan saya akan janji saya. Untuk semua pembaca web tercinta ini

Mari menulis kembali!


Agnes Sucitra

A Weirdo.

Post a comment

0 Comments