Sederhanakan Jilbabmu


Sudah sering aku  mendengar istilah jilbab dan gamis syar’i. Bahkan penjual-penjual online sekarang banyak yang menjajakannya, dengan beraneka macam corak, warna dan model. Dulu di tahun 90-an, saat itu usiaku baru 10 tahun aku sering melihat muslimah berpakaian longgar, panjang lurus semata kaki tanpa corak, tanpa mode, dengan jilbab yang panjang juga dengan satu warna. Berjilbab seadanya hanya bermodal peniti dan satu bros untuk menarik jilbab agar menutupi dada.

Dulu muslimah seperti itu dianggap aneh bagi sebagian orang bahkan ada yang bilang norak, kampungan, seperti orang udik. Bahkan jika remaja memakai pakaian seperti itu akan dianggap lebih tua dari usia yang sebenarnya. Kenapa kata syar'i lebih terkenal di zaman sekarang, padahal aku pikir syar'i itu memang sudah ada dari dulu bukan? Malah sekarang kata syar'i dalam berjilbab atau berpakaian sudah berlawanan dengan arti yang sebenarnya. Yang sekarang aku lihat jilbab syari atau gamis syar'i justru terkesan mewah. Dulu berpakaian syar'i itu sangat sederhana tapi sekarang tidak sedikit malah memperlihatkan lekukan tubuh, transparan serta mengutamakan mode dan banyak dihinggapi pernak-pernik aksesoris di sana-sini. Jilbabnya pun berbagai model bentuk dalam pemakaiannya, dipadukan dengan punuk buatan, kepala seakan tercekik karena dibelitkan sampai ke belakang. Dibutuhkan beberapa jarum pentul untuk memakainya. Bahkan sampai ada yang repot-repot membuatkan tutorial berjilbab di Youtube. Sesulit itukah berjilbab?

Lantas di mana letak ke syar'iannya? Bukan mau berprasangka jelek, hak semua orang untuk terlihat sempurna di mata orang lain, namun alangkah baiknya tetap berpedoman pada arti syar'i yang sebenarnya, jangan sampai kita salah kaprah karena ingin mengikuti trend dan agar tidak dibilang ketinggalan zaman. Patut dicatat bahwa syar'i itu kesederhanaan bukan kekinian semata, sederhanakanlah jilbabmu. Allah SWT sangat mencintai keindahan pun dengan kesederhanaan. Bermewah-mewahlah dalam ibadahmu tapi tidak dengan pakaianmu.

Selamat menjalankan ibadah puasa.

Nana Dilsya

Hanya seorang ibu rumah tangga yang sibuk mengurusi suami dan anak-anaknya. Mencoba menulis artikel hanya sekedar untuk mengisi waktu istirahat setelah beres-beres rumah.

Post a comment

0 Comments