Hari Ibu Seharusnya sih Bukan Setahun Sekali, tapi Setiap Hari


Apakah kamu termasuk orang yang setiap tanggal 22 Desember ikutan-ikutan trend gembar-gembor berapi-api memuji pengorbanan seorang Ibu? Memang nggak dilarang sih. Tapi apakah selain di Hari Ibu kamu juga melakukan hal yang serupa? Yah, minimal memuji atau berterimakasih atas jasa-jasa ibumu?

Kalo dipikir-pikir, rasanya sangat tidak adil jika dalam 365 hari yang kita miliki, kita hanya punya 1 Hari Ibu. Padahal kasih sayang seorang Ibu tidak pernah terputus sepanjang tahun kepada kita bukan? Bahkan jauh sebelum kita dilahirkan, kasih sayang seorang ibu sudah tercurah sejak kita masih berada di dalam kandungan. Seorang ibu seharusnya berhak mendapatkan balasan dari kita sepanjang hidup kita. Meskipun berhak, tapi saya yakin seorang ibu yang baik tidak akan pernah meminta haknya kepada kita. Dan masalahnya adalah : NGGAK SEMUA ANAK ITU TAU DAN SADAR KEWAJIBANNYA SEBAGAI SEORANG ANAK.

Ibu adalah orang yang melahirkan kita, membesarkan kita dan menjaga kita penuh dengan kasih sayang, tentu sebagai seorang anak kita harus membalas jasa-jasanya. Setiap anak yang terlahir sudah pasti punya kewajiban terhadap ibunya, bahkan meskipun ibunya telah tiada, kita masih punya kewajiban, yaitu mendoakannya.

Jadi bagaimana kita seharusnya memaknai Hari Ibu di tanggal 22 Desember ini?

Kalo menurut saya pribadi sih, sah-sah saja kita memperingati Hari Ibu. Entah itu dengan cara memberinya ucapan selamat, ucapan terima kasih ataupun dengan meminta maaf. Semua itu sah-sah saja untuk dilakukan pada Hari Ibu. Asal jangan setelah Hari Ibu berlalu, tugas kita sebagai seorang anak seolah-olah selesai juga pada hari itu. Kita nggak boleh melupakan jasa seorang ibu pada 364 hari lainnya.

Oke, Hari Ibu mungkin hanyalah sebuah seremonial, hanya sebatas moment buat mengingatkan kita bahwa kita punya seorang ibu yang sangat berjasa di dalam kehidupan kita. Hari Ibu dianggap saat paling tepat buat membalas jasa-jasa kepada seseorang yang telah melahirkan kita. Tapi kalo kamu memang beneran sayang terhadap Ibumu, Hari Ibu seharusnya sih bukan dirayakan setahun sekali, tapi setiap hari.

Omet

Punya banyak bakat terpendam, tapi lupa dipendam di mana.

Post a comment

0 Comments