Tipikal Pengguna Commuter Line



Setelah empat bulan hampir secara reguler menggunakan transportasi yang agak on time daripada transportasi massal lainnya di wilayah Jabodetabek ini. Gue berhasil menghimpun sedikitnya ada lima tipikal penggunanya. Yang bakalan gue jabarin bentar lagi. Tapi karena gue takut postingan kali ini terlalu pendek gue pun mau basa-basi dulu ya. Nggak papa, kan?

Commuter Line adalah salah satu moda transportasi berbasis rel, selain murah banget, CL (sapaan commuterline) juga cepat, jauh dari macet. Yang agak nyebelin dari CL nunggu masuk stasiun Manggarai doang. Gue juga bingung entah kenapa setiap mau masuk Manggarai kereta akan nunggu sekitar 10-15 menit padahal jaraknya kurang dari lima kilometer. Ambil contoh satu stasiun sebelum Manggarai, Tebet. Jarak Tebet-Manggarai itu kurang lebih 2,6km, tapi waktu yang dibutuhkan hampir 13 menit, persis waktu yang dibutuhkan pengendara sepeda kali ya. Gue juga kurang ngerti kenapa Manggarai menjadi sangat menumpuk. Padahal jalurnya sampe tujuh. Tujuh jalur tadi nampaknya masih kurang menampung ratusan perjalanan yang setiap harinya numpang berhenti beberapa detik di stasiun yang terletak di pinggir Jakarta Selatan tersebut. Selain kereta yang selalu nunggu, hal ini diperparah lagi dengan lalu lalang penumpang yang jalannya tertutup oleh kereta. Baik yang numpang berhenti atau emang menjadikan stasiun Manggarai sebagai stasiun awal. Pihak PT KCJ nampaknya menyadarinya karena sedang dibuat terowongan. Etdah ini kok kesannya kayak website resmi KCJ ya...

Tampaknya gue terlalu bertele-tele ya. Berikut beberapa tipe-tipe pengguna Commuter Line.

  • Barang Bawaan Yang Banyak
Pengguna jenis ini agak menyebalkan apalagi kalo kondisi di rangkaian ramai. Dia akan menggunakan barang bawaannya buat mendorong paksa pengguna lain. Kadang pelaku masang muka 'minta maaf' kadang malah nggak tau diri. Dia bawa barang yang kayaknya over dari ukuran yang di allow sama CL tapi dia nekat aja masuk. Petugas CL juga nggak enak negornya. Nah ini si sering terjadi di stasiun Tanah Abang. Ya mungkin cocoklah sama lokasi yang deket pusat tekstil itu.

Barang-Barang tadi kadang mengganggu penumpang lain, baik yang berdiri ataupun yang duduk. Ah nyebelin emang.

  • Tidur + Masker + Headset
Tipe ini kayaknya default dari pengguna CL. Semua rata-rata bakalan pura-pura tidur, dengan masker dan headset yang setia menutupi telinganya. Kadang gue berpikir itu headset beneran nyala nggak si. Atau cuman biar nggak diajak ngobrol aja? Eh kadang bener-bener tidur deh.

Semua pengguna CL hampir semuanya masuk tipe ini, yang membedakan gaya tidurnya, maskernya ataupun jenis headset yang digunakan. Kadang ada yang make headphone. Kadang malah ada yang make headphone with microphone. Sangat ketauan kalo dia gamers, atau orang tuanya customer service kali ya?

  • Tau Diri
Tipe ini adalah pengguna CL yang membaca petunjuk/perintah/larangan yang banyak ditempel dalam rangkaian. Kayak tidak duduk di bangku prioritas, tidak duduk di lantai dengan alas maupun tidak, serta mendahulukan penumpang turun. Sadar diri pas ada ibu-ibu hamil yang berdiri, dia bakalan langsung ngasih tempat. Ataupun pengguna yang tau diri dia berdiri walaupun banyak bangku kosong karena perjalanannya pendek.

Tapi gue sangat jarang menemui tipe ini.

  • Ngobrol
Yap, sering banget proses nunggu masuk stasiun bikin banyak orang bete. Beberapa mencoba mengusirnya dengan mengajak ngobrol teman perjalanannya. Kadang menimbulkan berisik yang mengganggu. Kadang malah bikin gue mau mencuri dengar apa yang mereka omongin. Nah, yang paling nggak enak itu kalo ada orang yang tiba-tiba ngajak ngobrol, ditambah yang ngajak ngobrol orang tua. Karena sebagai generasi yang menjunjung nilai pancasila. Mau nggak mau yang diajak ngobrol bakalan nanggepin. Syukur-syukur yang ngajak ngobrol sadar gaya bahasa kita yang menyampaikan pesan 'jangan ngomong sama gue'. Nah paling nggak enak kalo tuh orang tetep nyerocos padahal kita udah ngasih sinyal tadi kuat-kuat.

  • Baca
Pengguna tipe ini banyak dijumpai di relasi yang menuju Depok. Karena rangkaian melewati tiga stasiun yang menjadi pemberhentian mahasiswa. UP, UI dan Pondok Cina yang gue maksud.

Banyak banget yang baca mulai dari kertas presentasi, buku, ataupun sekadar membaca catatan kuliahnya (mungkin mau kuis). Gue suka kalo ngeliat orang yang lagi baca, siapapun keliatan lebih pintar.

  • Pojokers
Tipe ini biasanya dikombinasikan dengan tidur+masker+hetset. Karena pojok bangku itu tempat yang paling asik buat tidur. Sandarannya pas, kalo yang ada di tengah bakalan sedikit kurang asik karena ada kaca, terus sandarannya juga ada di dua sisi bikin tidur makin enak.

Ada pengguna yang bela-belain menelusuri rangkaian kereta demi mendapatkan posisi emas tadi. Kadang ada yang nggak dapet di pojok awalnya, pas yang duduk di pojok tadi udah turun dari kereta, dia akan serta merta pindah tempat duduk pojokan tadi.

Sebenernya masih banyak lagi, kayak yang bawa anak yang anaknya lari-lari di rangkaian, pengguna yang maen hape, berdiri maenin pegangan, ataupun menonton di layar (beberapa relasi ada yang rangkaiannya ada LCD-nya). Tapi karena takutnya jadi postingan yang membosankan, makanya gue akhiri sekarang.


Dicky Renaldy

Pria yang yang mempesona ini punya banyak kepribadian, kadang baik, kadang bacot, enggak bisa diem. Selalu semilih senyum lebar untuk berfoto, karena gada pose laen yang bikin dia keliatan gateng.

Post a comment

0 Comments