Terserah Tuhan saja



“Menurut kamu, doa-doa kamu sudah terkabul belom?”

Seorang teman menanyakan ini pada saya minggu lalu. Agak aneh sih pada awalnya karena saya baru pertama kali mendapat pertanyaan itu. Tapi ujung-ujungnya saya jawab begini; “Ada yang sudah, ada yang belum”

Pernah baca semacam quote gitu di tab explore Instagram. Bahwa jawaban dari doa-doa kita hanya ada 3 jawaban ;

Ya. Tuhan akan memberi apa yang kita minta.

Ya. Tapi nanti.

Ya. Tapi Tuhan akan menggantinya dengan yang lain.

Ternyata jawaban doa-doa kita hanya ada Ya, tapi terserah Tuhan saja mau Ya yang mana. Kita kan umat harusnya ya manut wae, ya toh? Jadi sesorean kami berdua ngobrol tentang kehidupan, itung-itung kami ini belajar jadi orang tua. Lalu saya jadi teringat dengan film yang saya tonton di Global TV waktu itu, judulnya Bruce Almighty ada yang sudah pernah nonton juga pasti. Bagi saya, yang bukan pengamat film cerita film tersebut bener-bener edan, gimana saya nggak bilang edan. Ya masa ada manusia yang ‘dipinjami’ kekuatan Tuhan terserah si mas Bruce ini mau ngelakuin apa saja dengan kekuatan Tuhannya gara-gara mas Bruce protes keinginannya tidak juga dikabul oleh Tuhan, pokoknya ini film nggak masuk akal tapi sebuah karya pasti tercipta dengan pesan didalamnya dan meski edan tapi film ini banyak memberi pesan, ada scene di mana mas Bruce ini ditugaskan untuk menerima semua doa-doa dari manusia yang ajaibnya terekam dalam sebuah piranti komputer – ini juga kalau saya nggak salah mengingat – di sini lah mas Bruce bekerja, diceritakan mas Bruce ini orangnya agak sembrono dan nggak mau ambil pusing jadi semua doa yang masuk ke komputernya dijawab 'Iya' alias dikabulkan semua. Akhirnya gimana? Ya terjadi kekacauan lah, saya nggak ingat semua ceritanya sih, makanya download gih! (Eh jangan ding...)

Seandainya saja saya punya semacam arsip doa, berisi catatan tanggal berapa saya memanjat doa beserta isinya dan dilengkapi kolom keterangan sebagai pengingat apakah doa tersebut terkabul atau tidak, pasti saya akan dibilang orang kurang kerjaan. Ngapain ya repot-repot begitu, Tuhan seringnya ngasih apa yang kita nggak minta kok. Kalau memang sempat bikin arsip doa, pasti isinya banyak doa yang tidak pernah diminta tapi ada begitu saja. Maha Baik Tuhan dengan Kebesarannya.

Saya pernah semacam protes gitu sama Gusti Allah, rasanya capek berdoa untuk sesuatu yang saya ingin sudah dari lama (kalian jangan mulai sok tau deh dengan menebak doanya apa), tapi ndilalah pikiran waras datang dengan sendirinya, mungkin Gusti Allah punya rencana lain, dan ada sesuatu sebagai sebab mengapa doa saya belum terkabul juga. Saya pikir ini berlaku untuk siapa saja, yang terus meminta dan menunggu kapan doanya di-acc Tuhan. Jangan pernah protes lagi, Tuhan selalu ingat kita, selalu mendengar doa kita, kita lupa Dia sehari saja Tuhan nggak lantas mencabut nyawa kita kan? Ini kita yang doanya belom terkabul saja sudah ngambek, situ sapaah?

Semua itu terserah Tuhan saja ya kapan mau mengabulkan doa kita. Bersabar saja dan jangan lantas berpikir Tuhan tidak sayang kita, ini saya bukan lagi menasehati tapi juga pengingat untuk diri sendiri. Kadang kan saya merasa segala urusan yang tertuang dalam bentuk doa itu kalau bisa ya segera dikabulkan jangan terlalu lama, kadang lupa juga bahwa perkara waktu itu mutlak kuasa Gusti Allah. Tapi kalau boleh saya mau berdoa dan mumpung banyak yang baca dan saya minta di-aamiin-kan dengan setulus hati ya,


Agnes Sucitra

A Weirdo.

Post a comment

0 Comments