Malaikatku Ibuku



Semua orang Indonesia tau bahwa 22 Desember itu kita kenal sebagai Hari Ibu. Hari di mana setiap orang yang punya ibu memuji, menyanjung dan mengelu-elukan jasa seorang ibu. Seolah-olah ibu hadir hanya sekali pada hari itu saja.

Kalo memang sayang sama ibu, harusnya engga usah nunggu 22 Desember untuk mengungkapkan betapa sayangnya kamu sama ibumu. Jika perlu seperti yang aku lakukan, aku selalu bilang 'Hallo cintaku' setiap mengawali obrolan ketika aku menelepon ibuku. Ketika engga bisa ketemu, aku selalu menelepon beliau meski cuma untuk bilang 'Aku sayang ibu'.

Bagiku ibu adalah malaikat yang Alloh kasih ke kehidupanku. Aku sangat-sangat bersyukur mempunyai ibu seperti ibuku, Ibu Sam Siti. Beliau adalah pahlawan sekaligus guru kehidupan di hidupku. Banyak pelajaran yang bisa aku ambil dari cara ibu mendidikku. Beliau sangat mencintai buah hatinya terutama anak bungsunya, yaitu aku.

Aku sangat manja dengan ibuku, sampai-sampai kalo boleh jujur, ketika udah kelas 3 SMP pun aku masih tidur  dengan ibuku. Padahal waktu itu aku sudah mulai punya pacar, aneh engga coba???

Ibu maafkan anak kesayanganmu ini yang selalu membuat kecewa dirimu membuatmu marah sedih dan sebagainya. Padahal dari kecil engkau selalu aku repotkan ketika engkau mengandungku 9 bulan lebih dan pada waktunya pula engkau harus melahirkan aku dengan perjuangan hidup dan matimu. Tidak selesai sampai di situ, engkaupun merawatku dengan penuh kasih sayang. Ketika engkau terbangun tengah malam saat aku menangis meminta susu engkau rela menggendong sambil menyusuiku. Bagiku itu sangat luar biasa, ibu.

Seiring berjalannya waktu aku mulai beranjak dewasapun aku masih saja merepotkanmu. Disuruh makan, aku malah masih asik bermain, disuruh mandi, di kamar  mandi aku malah bermain air, bahkan aku malah pernah menyiramu dengan air. Tapi engkau selalu sabar dengan tikah nakalku.

Banyak hal yang aku lewati dengan dirimu ibu. Bila aku tulis ini engga akan sampai satu minggu bahkan bisa lebih lama lagi aku merangkum semua yang aku lalui dengan ibu.

Ibu sekali lagi maafkan aku. Terima kasih untuk semua warna yang telah engkau ajarkan kepadaku, semua rasa yang engkau beri untuk diriku.

I love you mom...
Aku akan selalu berusaha membalas semua yang kau berikan kepadaku meskipun tidak akan pernah cukup sampai kapanpun.

Aku mencintaimu menyamai aku mencintai anaku sendiri. Aku kangen ibu. Aku akan pulang dan memeluk ibu... (Sampai terharu nulisnya...)

Nah bagi kalian  semua yang memilik ibu, sayangilah ia, cintailah ia. Jangan sampai dia bersedih apa lagi sedihnya karna dirimu. Kamu akan menyesal jika ibumu pulang ke pelukan Alloh SWT. Karna aku yakin seyakin-yakinya tidak akan pernah ada seorang anak yang siap untuk ditinggalkan oleh ibunya sendiri. Aku sangat yakin.

So, bahagiakanlah ibumu jika itu suatu hal yang sulit menurutmu cukup buat ia tersenyum. Jangan sekalipun pernah membuat ia bersedih.

Salam untuk Malaikat kalian, bilang salam ini dari Agus Satria Anak Bungsu Dari Ibu Sam Siti...

Selamat Hari Ibu...


Satria Levine

Saya orang yang paling keren menurut saya sendiri.


Post a comment

0 Comments