Sosmed



Hidup di milenium ini memang tidak semudah dulu. Untuk menjadi manusia normal kadang kita perlu bermain di sosial media. Selain agar dipandang normal (setidaknya dianggap normal oleh persepsi kebanyakan orang), bermain di sosial media juga untuk menujukan eksistensi diri.


Liat deh screenshot di atas. Itu adalah sosmed yang sering gue kunjungi. Nah dalam postingan ini gue mau ngasih tau siapa saja yang jadi ‘teman’ di sosmed gue, bukan identitas mereka sih tapi teman yang seperti apa sih yang ada di dalam circle sosmed gue.

O iya, Blogger itu sosmed bukan sih?

1. Twitter


Sebenarnya twitter mengecap dirinya sebagai microbloging, bukan sosmed, tapi kebanyakan orang (termasuk gue) lebih mengenal twitter sebagai sebuah media sosial.

Sosmed (yang sebenarnya bukan sosmed) dengan keterbatasan jumlah karakter ini masih menjadi sosmed utama gue. Selain karena gue bisa follow akun yang aneh, menginspirasi, atau cuma sekedar lucu-lucuan, juga bisa memberi berbagai sudut pandang baru.

Apakah kalian masih suka maen twitter?

Masih inget nggak gimana awalnya munculnya nih sosmed? Twet pertama setiap orang isinya rata-rata nanyain gimana cara maennya.

Dulu juga sempet ngetren twitter client yang beragam, misalnya via hape pinjeman, via warnet, dan paling takut kalo ada temen yang update via twitter for Iphone.

Nah dalam list following gue kebanyakan sih bukan temen yang gue kenal dalam dunia nyata. Kebanyakan malah akun yang nggak pernah menujukkan si pemilik akunnya.

Di sosmed ini berita itu lebih cepet nyebarnya daripada situs berita sekalipun. Kalo gue mau tau apa yang sedang hot, gue tinggal liat aja trending topic-nya. Dan kemudian gue akan mendalami berita yang menarik perhatian gue. Namun karena twitter bukanlah situs berita, gue harus lebih bijak dalam mencerna, jangan sampai tertipu dengan berita yang hoax.

Satu hal yang menarik dari twitter adalah gue tidak berharap di-like, love, ataupun dikomen oleh orang lain, semua sebatas share aja.

2. Facebook

Sosmed paling komplit ini memang udah ngebosenin. Karena isinya lebih banyak akun iklan, dan sudah banyak temen gue meninggalkan sosmed yang satu ini. Atau campuran dari keduanya, banyak akun temen gue yang berubah menjadi seperti akun iklan, mulai emang dia lagi usaha dagang, ataupun akunnya sudah diambil alih oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Sosmed paling tua yang gue miliki ini memang penuh kenangan. Saat pertama kali foto nggak harus dicetak, foto sesimple tinggal tunggu di tag temen aja, sampai update status yang alay untuk mengundang komen dari teman-teman. 

Facebook dilengkapi dengan fitur note, foto, video, game. Dan yang lebih keren lagi, facebook suka secara random mengirim video lucu untuk merayakan pertemanan kita dengan sesama pengguna facebook lain.

Satu hal yang paling menarik dari facebook adalah kita bisa ngirim file kayak word, excel, ppt di message-nya ataupun grup. Dulu gue sempet beranggapan kalo message facebook bakalan menjadi pembunuh email, eh ternyata tidak berlangsung lama. Karena fungsi yang sama bisa kita dapetin di WhatsApp, yang notabene kepunyaan Facebook juga.

Isi dari friendlist-nya kebanyakkan adalah temen-temen yang udah lama nggak ketemu lagi atau tidak akan bertemu lagi, bahkan ada temen yang gue lupa dia temen gue di lingkungan sosial yang mana. Ada beberapa guru gue saat SMA, sampai sesama blogger.

3. Path

Sosmed yang berjargon "Beautiful, Private Sharing" ini lagi banyak digandrungi beberapa tahun terakhir. Walaupun faktanya Path belakangan sudah mulai sepi tapi nggak dipungkiri kalau Path itu memang menarik dari beberapa sudut. Misalanya saja, #Pathdaily yang mengubah status kamu dalam bentuk gambar, share location, dan NP/NW (Now playing atau Now Watching) menjadi fitur favorit dalam bermain di sosmed ini.

Yang paling menarik dari path (awalnya) adalah jumlah teman yang hanya 150 orang, sehingga membuat gue berpikir teman macam apa yang pantes masuk dalam 150 orang tadi. Dan faktanya manusia bisa menjalin pertemanan yang akrab dan baik hanya untuk 150 orang dalam satu waktu. Yang terakhir gue tau sekarang path bisa berteman hingga 500 orang. Dan path pun jadi tidak semenarik dulu.

Kalau dipikir-pikir path kan berisi temen-temen deket, tapi entah kenapa sering ada aja postingan path negatif menjadi viral misalnya kasus yang memaki Sultan Yogyakarta, atau kasus cewek yang nggak mau ngasih duduk ibu-ibu hamil di Commuter Line. Itu menjadi bukti kalo temen-temen terdekatmu sekalipun bisa menjadi bumerang buat kamu.

Ps: Yang main path jangan ngashare postingan path ke twitter (itu ngeganggu)

4. Instagram

Sosmed paling boros ketika dia bisa upload video berdurasi satu menit ini memang memunculkan beberapa industri kreatif baru. Misalnya indovidgram, musikvidgram, ataupun akun-akun lain.

Dalam folowing gue si kebanyakkan berisi temen-temen yang asal kenal aja, atau akun yang isi lucu-lucuan. Dan bahkan sekarang gue follow cewek-cewek imut yang suaranya merdu pas baca al-quran maupun solawat nabi.

Dan belakangan instagram berubah menjadi Snapchat. Kenapa gue bilang begitu? Karena kebanyakkan orang lebih suka upload ig story daripada upload foto di timeline instagramnya. Mungkin bagi mereka uploadan yang bakalan hilang setelah 24 jam itu mengurangi dirinya dianggap spaming sama temen-temennya di timeline.

Gue sih belakangan main instagram sebatas scroling discovery. Banyak yang menarik disana. Instagram memang cerdas. Eh sekarang namanya tetep discovery bukan sih? Itu loh yang lambangnya kaca pembesar.

Ps lagi: yang main instagram jangan ngashare postingan instagram ke twitter (itu ngeganggu)

5. Snapchat

Oke ini emang sosmed alay. Apalagi filter anjingnya itu loh.

Snapchat akun berbagi video keseharian dalam sepuluh detik. Sekali lagi manusia emang seneng ketika dibatasi, kayak path dan twitter tadi, ketika snapchat membatasi upload-an video kita malah semakin tertantang untuk bermain disana. Walaupun kebanyakkan adalah kegiatan jalan-jalan yang di upload, tapi snapchat bikin penggunanya tidak kehilangan esensi liburan itu sendiri yakni, menikmati tanpa repot-repot kepikiran upload sana-sini.

Jujur gue belom lama main snapchat, dan gue pun belum ngerti cara mainnya. Tapi yang gue tau snapchat berisi video ataupun foto jalan-jalan yang menarik.

6. Pinterest

Kalo bisa dibilang Pinterest lebih cocok digolongkan sebagai bookmark online daripada hanya sebatas sosmed. Kenapa? Karena isi Pinterest itu sangat-sangat menarik dan memberi ide-ide baru. Dengan catatan kamu harus jago bahasa Inggris. Karena kebanyakkan postingan berbahasa Inggris.

Di sosmed ini banyak hal menarik, misalnya cara berpakaian yang baik untuk pria, cara membuat kerajinan dari bahan sederhana, sampai cara menjadi romantis.

Gue sih udah nggak secara reguler main di sana, karena gue suka bingung sendiri. Bingung sama bahasanya dan bingung juga apa lagi yang harus gue lakukan di sana.

Nah sampailah kebagian akhir dari tulisan ini. Dalam ber-sosial media bijaklah dalam bertindak karena apapun yang kalian kirimkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab kalian. Semua umur bisa menikmati, That’s why you need to be 'hati-hati'.

Kok kayak lirik lagu ya?
Bodo amat.


Dicky Renaldy

Pria yang tinggi dan mempesona ini kuliah di PGSD UNJ. Selalu memilih senyum lebar untuk berfoto.

Post a comment

0 Comments